Rabu, 10 Juni 2015

Makalah Psikologi Kepribadian

BAB I
PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang
Kepribadian selalu menjadi salah satu topik bahasan yang penting karena kepribadian adalah bagian dari jiwa yang membangun keberadaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak terpecah-pecah dalam fungsi-fungsi. Memahami kepribadian berarti memahami manusia seutuhnya.

Manusia memiliki macam atau jenis potensi yang sama ketika dilahirkan, namun dengan tingkat kualitas yang berbeda-beda. Ketika potensi itu aktual dalam kepribadian, segera tampak bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian yang sama. Psikologi lahir sebagai ilmu yang berusaha memahami manusia seutuhnya, yang hanya dapat dilakukan melalui pemahaman tentang kepribadian.

Di dalam makalah ini akan membahas tentang pengertian kepribadian, aspek-aspek kepribadian, faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian dan tipologi.

  1. Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian kepribadian ?
2.      Apa saja aspek-aspek kepribadian ?
3.      Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian ?
4.      Apa pengertian tipologi dan macam-macam tipologi ?

  1. Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian kepribadian.
2.      Untuk mengetahui aspek-aspek kepribadian.
3.      Untuk mengetahui faktor-faktor kepribadian.
4.      Untuk mengetahui pengertian tipologi dan macam-macam tipologi.




BAB II
PEMBAHASAN

A.            Arti Kepribadian
            Menurut asal katanya , kepribadian atau personality berasal dari bahasa Latin personare, yang berarti mengeluarkan suara. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan suara dari percakapan seorang pemain sandiwara melalui topeng (masker) yang dipakainya. Pada mulanya istilah persona berarti topeng yang dipakai oleh pemain sandiwara, di mana suara pemain sandiwara itu diproyeksikan. Kemudian kata persona itu berarti pemain sandiwara itu sendiri.
               Dari sejarah pengertian kata tersebut, tidak heran kita jika kata persona yang mula-mula berarti topeng, kemudian diartikan pemainnya itu sendiri (orangnya) yang memainkan peranan yang diperankan seperti yang digambarkan dalam topeng tersebut. Akhirnya kata persona itu menunjukkan pengertian tentang kualitas dari watak/ karakter yang dimainkan di dalam sandiwara itu. Kini kata personality oleh para ahli psikologi dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya tentang individu untuk menggambarkan bagaimana dan apa sebenarnya individu itu.

Definisi Kepribadian 
Berikut ini adalah beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai untuk mempelajari kepribadian.
Gordon W.W. Allport
“Personality is the dynamic organization within the individual of those psychophisycal systems that determine his uniqueadjustments to his environment” (Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya).
Krech dan Crutchfield
“Personality is the intregation of all an individual’s characteristics into a unique organization that determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually changing environment” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik individu ke-dalam suatu kesatuan unik yang menentukan dan dimodifikasi oleh usaha-usahanya dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).

Adolf Heuken S.J.
“Kepribadian adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang, baik jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditata dalam caranya yang khas di bawah berbagai pengaruh dari luar. Pola ini terwujud dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana dikehendakinya”.

Berdasarkan definisi tersebut, dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai berikut.
1.                       Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri atas aspek psikis, seperti: inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dan sebagainya, serta aspek fisik, seperti bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dan sebagainya.
2.                       Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah pola tingkah laku yang khas atau unik.
3.                       Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat tetap.
4.                       Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh individu.

B.                Aspek-aspek Kepribadian
Telah dikatakan bahwa kepribadian itu mengandung pengertian yang kompleks. Ia terdiri dari bermacam-macam aspek, baik fisik maupun psikis. Aspek-aspek tersebut ialah :

·                     Sifat-sifat kepribadian (personality traits), yaitu sifat-sifat yang ada pada individu seperti : penakut, pemarah, suka bergaul, peramah, suka menyendiri dan lain-lain.
·                     Intelijensi. Kecerdasan atau intelijensi merupakan aspek kepribadian yang penting. Termasuk di dalamnya kewaspadaan, kemampuan belajar, kecepatan berpikir, kesanggupan untuk mengambil keputusan yang tepat, kepandaian menangkap dan mengolah kesan-kesan atau masalah, dan kemampuan mengambil kesimpulan.
·                     Pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan. Termasuk kedalam aspek ini antara lain : kejujuran, berterus terang, pendendam, mudah melupakan kesan-kesan, dan lain-lain.
·                     Kesehatan. Kesehatan jasmaniah atau bagaimana kondisi fisik sangat erat hubungannya dengan kepribadian seseorang.
·                     Bentuk tubuh. Termasuk besarnya, beratnya dan tingginya
·                     Sikapnya terhadap orang lain. Sikap terhadap orang lain tidak terlepas daari orang itu terhadap dirinya sendiri.
·                     Pengetahuan. Kualitas dan kuantitas pengetahuan yang dimiliki seseorang, dan jenis pengetahuan apa yang lebih dikuasainya, semua itu turut mempengaruhi kepribadiannya. Pengetahuan yang dimiliki seseorang memainkan peranan penting di dalam pekerjaan/jabatannya, cara-cara penerimaan dan penyesuaian sosialnya, dan sebagainya.
·                     Ketrampilan. Ketrampilan seseorang dalam mengerjakan sesuatu, sangat mempengaruhi bagaimana cara orang itu bereaksi terhadap situasi-situasi tertentu.
·                     Nilai-nilai. Nilai-nilai yang ada pada seseorang dipengaruhi oleh adat istiadat, etika, kepercayaan dan agama yang dianutnya. Semua itu mempengaruhi sikap, pendapat dan pandangan kita yang selanjutnya tercermin dalam cara-cara kita bertindak dan bertingkah laku.
·                     Penguasaan dan kuat-lemahnya perasaan. Keadaan perasaan yang berbeda-beda pada individu sangat mempengaruhi kepribadiannya
·                     Peranan, yaitu kedudukan atau posisi seseorang di dalam masyarakat di mana ia hidup. Termasuk dalam peranan ini ialah tempat dan jabatannya sperti tinggi rendahnya kedudukan itu, karena kedudukan seseorang dalam masyarakat menentukan tugas kewajiban dan tanggung jawabnya, yang selanjutnya menentukan sikap dan tingkah lakunya.
·                     The Self, yaitu anggapan dan perasaan-perasaan yang ada pada tiap-tiap orang tentang dirinya sendiri.



C.                Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian
Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian antara lain sebagai berikut:
1.                  Faktor biologis
Yaitu faktor yang berhubungan dengan keadaan jasmani atau sering disebut faktor fisiologis.
Sifat-sifat jasmani yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik yang berlainan itu menyebabkan sikap dan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.
Secara sepintas pengaruh keturunan (hereditas) tampak memiliki peran penting dalam pembentukan struktur badan seperti tinggi, berat dan kuat. Namun, kita juga tidak dapat mengabaikan pengaruh lingkungan dalam pembentukan karakter nalar seperti kecerdasan, baik itu persoalan makanan, kesehatan, olahraga, memiliki pengaruh besar pada perbedaan individual. Begitu juga dengan proses pendidikan dan pelatihan keterampilan.
2.             Faktor sosial
Yang dimaksud dengan faktor sosial disini ialah masyarakat, yakni manusia-manusia lain di sekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Yang termasuk juga tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa dan sebagainya yang berlaku dalam masyarakat itu.
3.             Faktor kebudayaan
Meliputi cara-cara hidup, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, bahasa, kepercayaan dari suatu daerah/masyarakat tertentu berbeda dengan masyarakat yang lain.
Perkembangan dan pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang/anak tidak dapat dipisahkan dari kebudayaan masyarakat dimana anak itu dibesarkan.



D.                TIPOLOGI 
Tipologi adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor tertentu, misalnya : karakteristik, fisik, psikis, dsb. Berikut ini akan dijelaskan beberapa macam tipologi.
TIPOLOGI  KONSTITUSI  PHISIS
Tipologi Konstitusi Phisis merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek jasmaniah. Berikut beberapa ahli yang telah mengembangkan Tipologi Konstitusi Phisis :
·        Tipologi Hyprocates-Galenus
Didalam tipologi ini, menggunakan empat macam cairan yang terdapat didalam tubuh manusia, yaitu : darah (sangui), lympha (flegma), empedu kuning (choleri) dan empedu hitam (melanchole). Dengan menggunaka empat cairan itu Galenus menggolongkan manusia atas empat tipe pula, yaitu :
a.       Orang yang terlalu banyak sangui didalam tubuhnya, disebut orang sanguinisi, sifatnya disebut sanguinis dan cirri-cirinya : ekspansif, lincah, selalu riang, optimis, mudah tersenyum, dsb.
b.      Orang yang terlalu banyak flegma didalam tubuhnya, disebut orang flegmatisi, sifatnya disebut flegmatis, dengan ciri-cirinya : plastis, tenang, dingin, sabar, tidak mudah terpengaruh, dsb.
c.       Orang yang terlalu banyak chole didalam tubuhnya, disebut orang cholerisi, sifatnya disebut choleris, dengan ciri-cirinya : garang, lekas marah, mudah tersinggung, pendendam, serius, dsb.
d.      Orang yang terlalu banyak melanchole didalam tubuhnya, disebut orang melancholisi, sifatnya disebut melancholis, dengan ciri-cirinya : kaku, muram, penakut, pesimis, dsb.
·        Tipologi Sigaud
Sigaud menyusun tipologinya atas dasar empat fungsi tubuh, yaitu :motorik, pernafasan, pencernaan, dan susunan syaraf sentral. Fungsi fisiologis manakah yang terkuat pada seseorang, disitulah orang itu digolongkan, Sigaud juga menggolongkan manusia atas empat golongan, yaitu :
a.       Orang yang kuat fungsi motoriknya, termasuk tipe muskuler, dengan ciri-cirinya : anggota badannya serba panjang dan bersudut.
b.      Orang yang kuat pernafasannya, termasuk tipe respiratoris, dengan ciri-cirinya : bentuk dadanya membusung, wajah lebar.
c.       Orang yang kuat pencernanya, termasuk tipe digestif, dengan ciri-cirinya : perutnya besar, pinggangya lebar.
d.      Orang yang kuat syaraf sentralnya, termasuk tipe serebral, dengan ciri-cirinya: langsing, tulang tengkoraknya bagian atas besar sekali.
·        Tipologi Kretschemr
Tokoh ini menyusun tipologinya berdasar konstitusi fisis dan konstitusi psikhis.
Tipologinya yang berdasar konstitusi jasmani :
a.       Tipe Piknis, dengan bentuk badan : serba bulat, serba pendek, perut gendut,wajah bundar, badan berlemak, dada berisi, dsb.
b.      Tipe Asthenis, dengan bentuk badan : langsing, anggota badan serba panjang,dada rata, kepala kecil, wajah sempit, dsb.
c.       Tipe Atletis, dengan bentuk badan campuran antara Piknis dan Asthenis.
d.      Tipe Despatis, dengan bentuk badan : tinggi besar sekali atau kecil dan pendek.
Tipologinya yang berdasar konstitusi psikhis ialah :
a.       Schizothym, dengan sifat-sifat : suka bergaul, tidak banyak kawan dan egoistis.
b.      Cyclothym, dengan sifat-sifatnya : mudah bergaul, banyak teman.
TIPOLOGI  TEMPERAMEN
Tipologi Temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang digunakan para tokoh dalam mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang menentukan karakteristik tipologi seseorang yang tergolong tipologi jenis ini. Berikut beberapa ahli yang telah mengembangkan Tipologi Temperamen :
·        Tipologi Plato
Menurut Plato, kemampuan jiwa manusia terdiri atas tiga macam, yaitu pikiran, kemauan dan hasrat. Dominasi kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri manusia. Atas dasar ini Plato menggolongkan manusia ke dalam tiga tipe, yaitu :
a.       Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya, yang sesuai untuk menjadi pemimpin dalam pemerintahan,
b.      Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh kemauannya, sesuai untuk menjadi tentara,
c.       Tipe manusia yang terutama dikuasai oleh hasratnya, cocok menjadi pekerja tangan.
·        Tipologi Heymans
Heymans menggolongkan kepribadian manusia menjadi beberapa tipe atas dasar kualitas kejiwaannya, yaitu : 1. Emosionalitas, mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh kesan-kesan, 2. Proses pengiring, yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada, 3. Aktivitas, yaitu banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma menjadi tindakan nyata.
Setiap kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam, yaitu kuat dan lemah. Berikut tabel Ikhtisar Tipologi menurut Heymans :
No
Emosionalitas
Proses Pengiring
Aktivitas
Tipe
1
emosional ( + )
kuat ( + )
aktif ( + )
Gepasioner
2
emosional ( + )
kuat ( + )
pasif ( - )
Sentimentil
3
emosional ( + )
lemah ( - )
aktif ( + )
Kholeris
4
emosional ( + )
lemah ( - )
pasif ( - )
Nerveus
5
tidak emosional ( - )
kuat ( + )
aktif ( + )
Flegmantis
6
tidak emosional ( - )
kuat ( + )
pasif ( - )
Apatis
7
tidak emosional ( - )
lemah ( - )
aktif ( + )
Sanguinis
8
tidak emosional ( - )
lemah ( - )
pasif ( - )
Amorph

            TIPOLOGI  BERDASAR  KEBUDAYAAN
Bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh kebudayaan, oleh karena kebudayaan itu selalu berada disekitar kita, dilingkungan hidup kita sehari-hari. Berikut beberapa tokoh yang didalam teorinya menggunakan dasar kebudayaan :
  • Tipologi Riesman
                        Ia menggolongkan manusia atas tiga golongan, yaitu :
a.       Orang-orang yang pribadinya di tentukan oleh tradisi,
b.      Orang-orang yang membiarkan dirinya dipimpin oleh rohaninya, dan
c.       Orang-orang yang mendasarkan dirinya pada norma-norma yang dikemukakan oleh orang lain kepadanya.
  • Tipologi E. Spranger
Spranger menggolongkan kebudayaan sebagai system nilai menjadi enam bidang, yang secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a.       Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu, yang didalamnya terdapat empat nilai budaya, yaitu : pengetahuan, ekonomi, kesenian dan keagamaan.
b.      Bidang-bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat, yang didalamnya terdapat dua nilai budaya, yaitu : kemasyarakatan dan politik.
Tabel Tipologi atas Dasar Nilai-nilai Kebudayaan :
No
Nilai Kebudayaan yang Dominan
Tipe
Tingkah Laku Dasar
1
Pengetahuan
Manusia teori
Berpikir
2
Ekonomi
Manusia ekonomi
Bekerja
3
Kesenian
Manusia estetis
Menikmati keindahan
4
Keagamaan
Manusia religius
Memuja
5
Kemasyarakatan
Manusia sosial
Berkorban
6
Politik
Manusia kuasa
Berkuasa/ memerintah









PENUTUP

A.     Kesimpulan
          Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara yang khas dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
          Telah dikatakan bahwa kepribadian itu mengandung pengertian yang kompleks. Ia terdiri dari bermacam-macam aspek, baik fisik maupun psikis. Aspek-aspek tersebut ialah : Sifat-sifat kepribadian (personality traits), Intelijensi, Pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan, Kesehatan, Bentuk tubuh, Sikapnya terhadap orang lain, Pengetahuan,  Ketrampilan, Nilai-nilai, Penguasaan dan kuat-lemahnya perasaan, Peranan, dan The Self.
Kepribadian seseorang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Faktor biologis, Faktor sosial, dan Faktor kebudayaan.
Dalam Psikologi Kepribadian terdapat pula Tipologi, yaitu pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor tertentu, misalnya : karakteristik, fisik, psikis, dsb. Berikut ini beberapa macam tipologi :
a.                  Tipologi Konstitusi Phisis, merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek jasmaniah.
b.                  Tipologi Temperamen, merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang digunakan para tokoh dalam mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang menentukan karakteristik tipologi seseorang yang tergolong tipologi jenis ini.
c.                  Tipologi berdasar Kebudayaan, bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh kebudayaan, oleh karena kebudayaan itu selalu berada disekitar kita, dilingkungan hidup kita sehari-hari. Berikut beberapa tokoh yang didalam teorinya menggunakan dasar kebudayaan




DAFTAR PUSTAKA

Jaenudin Ujam. 2012. Psikologi Kepribadian. Bandung: CV Remadja Karya
Purwanto, Ngalim. 1988. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sujanto, Agus, dkk. 2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Bumi Aksara




Sekian dari saya, semoga membantu :)