BAB I
PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Kepribadian
selalu menjadi salah satu topik bahasan yang penting karena kepribadian adalah
bagian dari jiwa yang membangun keberadaan manusia menjadi satu kesatuan, tidak
terpecah-pecah dalam fungsi-fungsi. Memahami kepribadian berarti memahami
manusia seutuhnya.
Manusia
memiliki macam atau jenis potensi yang sama ketika dilahirkan, namun dengan
tingkat kualitas yang berbeda-beda. Ketika potensi itu aktual dalam
kepribadian, segera tampak bahwa tidak ada dua orang yang mempunyai kepribadian
yang sama. Psikologi lahir sebagai ilmu yang berusaha memahami manusia
seutuhnya, yang hanya dapat dilakukan melalui pemahaman tentang kepribadian.
Di
dalam makalah ini akan membahas tentang pengertian kepribadian, aspek-aspek kepribadian,
faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian dan tipologi.
- Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian kepribadian ?
2.
Apa saja aspek-aspek kepribadian ?
3.
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian ?
4.
Apa pengertian tipologi dan macam-macam tipologi ?
- Tujuan
1.
Untuk mengetahui pengertian kepribadian.
2.
Untuk mengetahui aspek-aspek kepribadian.
3.
Untuk mengetahui faktor-faktor kepribadian.
4.
Untuk mengetahui pengertian tipologi dan macam-macam
tipologi.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Arti Kepribadian
Menurut asal katanya , kepribadian
atau personality berasal dari bahasa Latin personare, yang berarti
mengeluarkan suara. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan suara dari
percakapan seorang pemain sandiwara melalui topeng (masker) yang dipakainya.
Pada mulanya istilah persona berarti topeng yang dipakai oleh pemain sandiwara,
di mana suara pemain sandiwara itu diproyeksikan. Kemudian kata persona itu
berarti pemain sandiwara itu sendiri.
Dari sejarah pengertian kata
tersebut, tidak heran kita jika kata persona yang mula-mula berarti topeng,
kemudian diartikan pemainnya itu sendiri (orangnya) yang memainkan peranan yang
diperankan seperti yang digambarkan dalam topeng tersebut. Akhirnya kata
persona itu menunjukkan pengertian tentang kualitas dari watak/ karakter yang
dimainkan di dalam sandiwara itu. Kini kata personality oleh para ahli
psikologi dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang nyata dan dapat dipercaya
tentang individu untuk menggambarkan bagaimana dan apa sebenarnya individu itu.
Definisi
Kepribadian
Berikut
ini adalah beberapa ahli yang definisinya dapat dipakai untuk mempelajari
kepribadian.
Gordon
W.W. Allport
“Personality is the dynamic
organization within the individual of those psychophisycal systems that
determine his uniqueadjustments to his environment” (Kepribadian adalah organisasi
dinamis dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara yang khas
dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya).
Krech
dan Crutchfield
“Personality is the intregation
of all an individual’s characteristics into a unique organization that
determines, and is modified by, his attemps at adaption to his continually
changing environment” (Kepribadian adalah integrasi dari semua karakteristik
individu ke-dalam suatu kesatuan unik yang menentukan dan dimodifikasi oleh usaha-usahanya
dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan yang berubah terus-menerus).
Adolf
Heuken S.J.
“Kepribadian
adalah pola menyeluruh semua kemampuan, perbuatan, serta kebiasaan seseorang,
baik jasmani, mental, rohani, emosional maupun sosial. Semua ini telah ditata
dalam caranya yang khas di bawah berbagai pengaruh dari luar. Pola ini terwujud
dalam tingkah lakunya, dalam usahanya menjadi manusia sebagaimana
dikehendakinya”.
Berdasarkan
definisi tersebut, dapat disimpulkan pokok-pokok pengertian kepribadian sebagai
berikut.
1.
Kepribadian merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri
atas aspek psikis, seperti: inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita, dan
sebagainya, serta aspek fisik, seperti bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dan
sebagainya.
2.
Kesatuan dari kedua aspek tersebut berinteraksi dengan
lingkungannya yang mengalami perubahan secara terus-menerus, dan terwujudlah
pola tingkah laku yang khas atau unik.
3.
Kepribadian bersifat dinamis, artinya selalu mengalami
perubahan, tetapi dalam perubahan tersebut terdapat pola-pola yang bersifat
tetap.
4.
Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan-tujuan yang
ingin dicapai oleh individu.
B.
Aspek-aspek Kepribadian
Telah dikatakan bahwa kepribadian itu mengandung
pengertian yang kompleks. Ia terdiri dari bermacam-macam aspek, baik fisik
maupun psikis. Aspek-aspek tersebut ialah :
·
Sifat-sifat kepribadian (personality traits), yaitu
sifat-sifat yang ada pada individu seperti : penakut, pemarah, suka bergaul,
peramah, suka menyendiri dan lain-lain.
·
Intelijensi. Kecerdasan atau intelijensi merupakan aspek
kepribadian yang penting. Termasuk di dalamnya kewaspadaan, kemampuan belajar,
kecepatan berpikir, kesanggupan untuk mengambil keputusan yang tepat,
kepandaian menangkap dan mengolah kesan-kesan atau masalah, dan kemampuan
mengambil kesimpulan.
·
Pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan. Termasuk
kedalam aspek ini antara lain : kejujuran, berterus terang, pendendam, mudah
melupakan kesan-kesan, dan lain-lain.
·
Kesehatan. Kesehatan jasmaniah atau bagaimana kondisi fisik
sangat erat hubungannya dengan kepribadian seseorang.
·
Bentuk tubuh. Termasuk besarnya, beratnya dan tingginya
·
Sikapnya terhadap orang lain. Sikap terhadap orang lain tidak
terlepas daari orang itu terhadap dirinya sendiri.
·
Pengetahuan. Kualitas dan kuantitas pengetahuan yang
dimiliki seseorang, dan jenis pengetahuan apa yang lebih dikuasainya, semua itu
turut mempengaruhi kepribadiannya. Pengetahuan yang dimiliki seseorang
memainkan peranan penting di dalam pekerjaan/jabatannya, cara-cara penerimaan dan
penyesuaian sosialnya, dan sebagainya.
·
Ketrampilan. Ketrampilan seseorang dalam mengerjakan
sesuatu, sangat mempengaruhi bagaimana cara orang itu bereaksi terhadap
situasi-situasi tertentu.
·
Nilai-nilai. Nilai-nilai yang ada pada seseorang dipengaruhi
oleh adat istiadat, etika, kepercayaan dan agama yang dianutnya. Semua itu
mempengaruhi sikap, pendapat dan pandangan kita yang selanjutnya tercermin
dalam cara-cara kita bertindak dan bertingkah laku.
·
Penguasaan dan kuat-lemahnya perasaan. Keadaan perasaan yang
berbeda-beda pada individu sangat mempengaruhi kepribadiannya
·
Peranan, yaitu kedudukan atau posisi seseorang di dalam
masyarakat di mana ia hidup. Termasuk dalam peranan ini ialah tempat dan
jabatannya sperti tinggi rendahnya kedudukan itu, karena kedudukan seseorang
dalam masyarakat menentukan tugas kewajiban dan tanggung jawabnya, yang
selanjutnya menentukan sikap dan tingkah lakunya.
·
The Self, yaitu anggapan dan perasaan-perasaan yang ada pada
tiap-tiap orang tentang dirinya sendiri.
C.
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Kepribadian
Faktor-faktor
yang mempengaruhi kepribadian antara lain sebagai berikut:
1.
Faktor biologis
Yaitu faktor yang
berhubungan dengan keadaan jasmani atau sering disebut faktor fisiologis.
Sifat-sifat jasmani
yang ada pada setiap orang ada yang diperoleh dari keturunan, dan ada pula yang
merupakan pembawaan anak/orang itu masing-masing. Keadaan fisik yang berlainan
itu menyebabkan sikap dan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.
Secara
sepintas pengaruh keturunan (hereditas) tampak memiliki peran penting dalam
pembentukan struktur badan seperti tinggi, berat dan kuat. Namun, kita juga
tidak dapat mengabaikan pengaruh lingkungan dalam pembentukan karakter nalar
seperti kecerdasan, baik itu persoalan makanan, kesehatan, olahraga, memiliki
pengaruh besar pada perbedaan individual. Begitu juga dengan proses pendidikan
dan pelatihan keterampilan.
2.
Faktor sosial
Yang
dimaksud dengan faktor sosial disini ialah masyarakat, yakni manusia-manusia
lain di sekitar individu yang mempengaruhi individu yang bersangkutan. Yang
termasuk juga tradisi-tradisi, adat istiadat, peraturan-peraturan, bahasa dan
sebagainya yang berlaku dalam masyarakat itu.
3.
Faktor kebudayaan
Meliputi cara-cara
hidup, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan, bahasa, kepercayaan dari suatu
daerah/masyarakat tertentu berbeda dengan masyarakat yang lain.
Perkembangan dan
pembentukan kepribadian pada diri masing-masing orang/anak tidak dapat
dipisahkan dari kebudayaan masyarakat dimana anak itu dibesarkan.
D.
TIPOLOGI
Tipologi
adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe
tertentu atas dasar faktor tertentu, misalnya : karakteristik, fisik, psikis,
dsb. Berikut ini akan dijelaskan beberapa macam tipologi.
TIPOLOGI KONSTITUSI PHISIS
Tipologi
Konstitusi Phisis merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek
jasmaniah. Berikut beberapa ahli yang telah mengembangkan Tipologi Konstitusi
Phisis :
·
Tipologi
Hyprocates-Galenus
Didalam
tipologi ini, menggunakan empat macam cairan yang terdapat didalam tubuh
manusia, yaitu : darah (sangui), lympha (flegma), empedu kuning (choleri) dan
empedu hitam (melanchole). Dengan menggunaka empat cairan itu Galenus
menggolongkan manusia atas empat tipe pula, yaitu :
a. Orang
yang terlalu banyak sangui didalam tubuhnya, disebut orang sanguinisi, sifatnya
disebut sanguinis dan cirri-cirinya : ekspansif, lincah, selalu riang, optimis,
mudah tersenyum, dsb.
b. Orang
yang terlalu banyak flegma didalam tubuhnya, disebut orang flegmatisi, sifatnya
disebut flegmatis, dengan ciri-cirinya : plastis, tenang, dingin, sabar, tidak
mudah terpengaruh, dsb.
c. Orang
yang terlalu banyak chole didalam tubuhnya, disebut orang cholerisi, sifatnya
disebut choleris, dengan ciri-cirinya : garang, lekas marah, mudah tersinggung,
pendendam, serius, dsb.
d. Orang
yang terlalu banyak melanchole didalam tubuhnya, disebut orang melancholisi,
sifatnya disebut melancholis, dengan ciri-cirinya : kaku, muram, penakut,
pesimis, dsb.
·
Tipologi Sigaud
Sigaud
menyusun tipologinya atas dasar empat fungsi tubuh, yaitu :motorik, pernafasan,
pencernaan, dan susunan syaraf sentral. Fungsi fisiologis manakah yang terkuat
pada seseorang, disitulah orang itu digolongkan, Sigaud juga menggolongkan
manusia atas empat golongan, yaitu :
a. Orang
yang kuat fungsi motoriknya, termasuk tipe muskuler, dengan ciri-cirinya :
anggota badannya serba panjang dan bersudut.
b. Orang
yang kuat pernafasannya, termasuk tipe respiratoris, dengan ciri-cirinya :
bentuk dadanya membusung, wajah lebar.
c. Orang
yang kuat pencernanya, termasuk tipe digestif, dengan ciri-cirinya : perutnya
besar, pinggangya lebar.
d. Orang
yang kuat syaraf sentralnya, termasuk tipe serebral, dengan ciri-cirinya:
langsing, tulang tengkoraknya bagian atas besar sekali.
·
Tipologi Kretschemr
Tokoh
ini menyusun tipologinya berdasar konstitusi fisis dan konstitusi psikhis.
Tipologinya
yang berdasar konstitusi jasmani :
a. Tipe
Piknis, dengan bentuk badan : serba bulat, serba pendek, perut gendut,wajah
bundar, badan berlemak, dada berisi, dsb.
b. Tipe
Asthenis, dengan bentuk badan : langsing, anggota badan serba panjang,dada
rata, kepala kecil, wajah sempit, dsb.
c. Tipe
Atletis, dengan bentuk badan campuran antara Piknis dan Asthenis.
d. Tipe
Despatis, dengan bentuk badan : tinggi besar sekali atau kecil dan pendek.
Tipologinya
yang berdasar konstitusi psikhis ialah :
a. Schizothym,
dengan sifat-sifat : suka bergaul, tidak banyak kawan dan egoistis.
b. Cyclothym,
dengan sifat-sifatnya : mudah bergaul, banyak teman.
TIPOLOGI TEMPERAMEN
Tipologi
Temperamen merupakan tipologi yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan.
Dasar pemikiran yang digunakan para tokoh dalam mengembangkan tipologi
temperamen adalah bahwa berbagai aspek kejiwaan seseorang menentukan
karakteristik tipologi seseorang yang tergolong tipologi jenis ini. Berikut
beberapa ahli yang telah mengembangkan Tipologi Temperamen :
·
Tipologi Plato
Menurut
Plato, kemampuan jiwa manusia terdiri atas tiga macam, yaitu pikiran, kemauan
dan hasrat. Dominasi kemampuan inilah yang menyebabkan kekhasan pada diri
manusia. Atas dasar ini Plato menggolongkan manusia ke dalam tiga tipe, yaitu :
a. Tipe
manusia yang terutama dikuasai oleh pikirannya, yang sesuai untuk menjadi
pemimpin dalam pemerintahan,
b. Tipe
manusia yang terutama dikuasai oleh kemauannya, sesuai untuk menjadi tentara,
c. Tipe
manusia yang terutama dikuasai oleh hasratnya, cocok menjadi pekerja tangan.
·
Tipologi Heymans
Heymans
menggolongkan kepribadian manusia menjadi beberapa tipe atas dasar kualitas
kejiwaannya, yaitu : 1. Emosionalitas, mudah tidaknya perasaan terpengaruh oleh
kesan-kesan, 2. Proses pengiring, yaitu kuat lemahnya kesan-kesan ada dalam
kesadaran setelah faktor yang menimbulkan kesan-kesan tersebut tidak ada, 3.
Aktivitas, yaitu banyak sedikitnya peristiwa-peristiwa kejiwaan menjelma
menjadi tindakan nyata.
Setiap
kualitas kejiwaan tersebut secara teoritis dibedakan menjadi dua macam, yaitu
kuat dan lemah. Berikut tabel Ikhtisar Tipologi menurut Heymans :
|
No
|
Emosionalitas
|
Proses Pengiring
|
Aktivitas
|
Tipe
|
|
1
|
emosional ( + )
|
kuat ( + )
|
aktif ( + )
|
Gepasioner
|
|
2
|
emosional ( + )
|
kuat ( + )
|
pasif ( - )
|
Sentimentil
|
|
3
|
emosional ( + )
|
lemah ( - )
|
aktif ( + )
|
Kholeris
|
|
4
|
emosional ( + )
|
lemah ( - )
|
pasif ( - )
|
Nerveus
|
|
5
|
tidak emosional ( - )
|
kuat ( + )
|
aktif ( + )
|
Flegmantis
|
|
6
|
tidak emosional ( - )
|
kuat ( + )
|
pasif ( - )
|
Apatis
|
|
7
|
tidak emosional ( - )
|
lemah ( - )
|
aktif ( + )
|
Sanguinis
|
|
8
|
tidak emosional ( - )
|
lemah ( - )
|
pasif ( - )
|
Amorph
|
TIPOLOGI BERDASAR KEBUDAYAAN
Bahwa
kehidupan manusia dipengaruhi oleh kebudayaan, oleh karena kebudayaan itu
selalu berada disekitar kita, dilingkungan hidup kita sehari-hari. Berikut
beberapa tokoh yang didalam teorinya menggunakan dasar kebudayaan :
- Tipologi Riesman
Ia menggolongkan manusia atas tiga
golongan, yaitu :
a. Orang-orang
yang pribadinya di tentukan oleh tradisi,
b. Orang-orang
yang membiarkan dirinya dipimpin oleh rohaninya, dan
c. Orang-orang
yang mendasarkan dirinya pada norma-norma yang dikemukakan oleh orang lain
kepadanya.
- Tipologi E. Spranger
Spranger
menggolongkan kebudayaan sebagai system nilai menjadi enam bidang, yang secara
garis besar dapat dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :
a. Bidang-bidang
yang berhubungan dengan manusia sebagai individu, yang didalamnya terdapat
empat nilai budaya, yaitu : pengetahuan, ekonomi, kesenian dan keagamaan.
b. Bidang-bidang
yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat, yang didalamnya
terdapat dua nilai budaya, yaitu : kemasyarakatan dan politik.
Tabel
Tipologi atas Dasar Nilai-nilai Kebudayaan :
|
No
|
Nilai Kebudayaan
yang Dominan
|
Tipe
|
Tingkah Laku Dasar
|
|
1
|
Pengetahuan
|
Manusia teori
|
Berpikir
|
|
2
|
Ekonomi
|
Manusia ekonomi
|
Bekerja
|
|
3
|
Kesenian
|
Manusia estetis
|
Menikmati keindahan
|
|
4
|
Keagamaan
|
Manusia religius
|
Memuja
|
|
5
|
Kemasyarakatan
|
Manusia sosial
|
Berkorban
|
|
6
|
Politik
|
Manusia kuasa
|
Berkuasa/ memerintah
|
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Kepribadian adalah organisasi dinamis
dalam individu sebagai sistem psikofisis yang menentukan cara yang khas dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
Telah
dikatakan bahwa kepribadian itu mengandung pengertian yang kompleks. Ia terdiri
dari bermacam-macam aspek, baik fisik maupun psikis. Aspek-aspek tersebut ialah
: Sifat-sifat
kepribadian (personality traits), Intelijensi, Pernyataan diri dan cara menerima kesan-kesan, Kesehatan, Bentuk tubuh, Sikapnya
terhadap orang lain, Pengetahuan,
Ketrampilan, Nilai-nilai, Penguasaan dan kuat-lemahnya perasaan, Peranan, dan The
Self.
Kepribadian
seseorang juga dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : Faktor biologis, Faktor
sosial, dan Faktor kebudayaan.
Dalam
Psikologi Kepribadian terdapat pula Tipologi, yaitu pengetahuan yang berusaha
menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor tertentu,
misalnya : karakteristik, fisik, psikis, dsb. Berikut ini beberapa macam
tipologi :
a.
Tipologi Konstitusi
Phisis,
merupakan tipologi yang dikembangkan atas dasar aspek jasmaniah.
b.
Tipologi Temperamen, merupakan tipologi
yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Dasar pemikiran yang
digunakan para tokoh dalam mengembangkan tipologi temperamen adalah bahwa
berbagai aspek kejiwaan seseorang menentukan karakteristik tipologi seseorang
yang tergolong tipologi jenis ini.
c.
Tipologi berdasar
Kebudayaan,
bahwa kehidupan manusia dipengaruhi oleh kebudayaan, oleh karena kebudayaan itu
selalu berada disekitar kita, dilingkungan hidup kita sehari-hari. Berikut
beberapa tokoh yang didalam teorinya menggunakan dasar kebudayaan
DAFTAR PUSTAKA
Jaenudin Ujam. 2012. Psikologi Kepribadian. Bandung: CV
Remadja Karya
Purwanto,
Ngalim. 1988. Psikologi Pendidikan.
Bandung: Remaja Rosda Karya.
Sujanto, Agus, dkk.
2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta:
Bumi Aksara
Sekian dari saya, semoga membantu :)