Minggu, 28 Desember 2014

Resensi buku psikologi perkembangan




Identitas Buku

Judul buku : Psikologi Perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya

Penulis : F.J. Monks, A.M.P. Knoers, Siti Rahayu Haditono

Tahun terbit : 2006

Tempat terbit : Yogyakarta

Penerbit : Gadjah Mada University Press

Jumlah halaman : xv + 425 halaman

Pokok-pokok Isi Buku

Buku ini merupakan terjemahan, penyesuaian dan penulisan kembali buku yang berjudul Ontwikkelings Psychologie dengan penyesuaian terhadap keadaan Indonesia dan memasukan data empiris yang berasal dari penelitian maupun observasi di Indonesia.

Buku ini merupakan salah satu buku yang dirasa wajib untuk dibaca oleh para akademisi terkait tentang psikologi perkembangan yang mana isi dari buku ini sangat lengkap, terdiri dari 8 Bab; mulai dari Objek dan Metode Psikologi Perkembangan, kemudian Periode Pre-Natal dan tahun pertama, kemudian usia satu sampai dengan empat tahun, kemudian dilanjutkan anak pra-sekolah dan anak sekolah, selanjutnya memasuki masa remaja I, kemudian remaja II pada batas dewasa awal, kemudian memasuki masa Dewasa dan masa tua, dan yang terakhir pembahasannya mengenai perkembangan yang terganggu dan penyimpangan dalam perkembangan.

Dimulai dari Bab 1 yang mengemukakan secara singkat pengertian dan berbagai macam teori mengenai perkembangan, yaitu teori yang berorientasi biologis, lingkungan, psikodinamis dan teori kerokhanian. Akhirnya ditunjukkan keungulan sintesa interaksionistis yang mencakup teori tugas perkembangan dan teori emansipasi.

Selanjutnya dikemukakan sedikit mengenai berbagai macam metode dalam psikologi perkembangan. Ditunjukkan bahwa metode yang digunakan harus sesuai dengan tujuan penelitiannya. Untuk penelitian yang eksak pada daerah yang terbatas maka metode eksperimental yang paling sesuai. Bila ingin mengerti jalannya proses perkembangan dalam salah satu aspek perkembangan tertentu atau ingin mengerti keseluruhan perkembangan pribadi seseorang maka akan lebih sesuai untuk menggunakan metode pencatatan biografis. Lalu ditunjukkan pula adanya berbagai alat dan teknik yang dapat mempertinggi objektivitas pengumpulan data. Pemakaian metode yang terpadu menambah kemungkinan untuk memperoleh pengertian mengenai hubungan gejala perkembangan yang satu dengan yang lain, baik mengenai tingkah laku, pendapat maupun kondisi tertentu dalam proses perkembangan seseorang.

Selanjutnya pada Bab 2 dibahas mengenai periode prenatal dan tahun pertama. Mulai konsepsi sampai kelahiran, yaitu pada masa prenatal, anak sudah mengalami pengaruh dari luar. Keadaan fisik dan psikis ibu yang baik dan seimbang adalah persyaratan mutlak baagi perkembangan prenatal anak yang sehat , meskipun sampai saat ini belum bisa ditentukan seberapa jauh faktor luar tadi memberikan pengaruh positif maupun negatif pada janin dalam kandungan tersebut

Sejak dilahirkan seorang anak bukan hanya merupakan makluk yang reaktif saja, melainkan juga suatu pasangan yang aktif yang memberikan pengaruh kepada lingkungan dan dengan demikian juga memberikan pengaruh terhadap diriya sendiri. Karena arah perhatian social serta meningkatnya kemungkinan motoris dan kognitif bertambahlah lingkup aktivitas bayi dan cepat. Tingkah laku lekat, kelekatan dengan ibu atau dengan objek yang lain merupakan ciri khas perkembangan anak pada tahun pertama.

Kehangatan serta rasa aman merupakan dasar berkembangnya hubungan emosional yang baik antara ibu dan anak. Hubungan penuh stimulasi dan perhatian sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak yang sehat. Hal inilah yang sering tidak dialami oleh anak-anak dalam yayasan.

Kemudian dalam Bab 3 dibahas tentang usia satu sampai dengan empat tahun. Dalam periode akhir tahun pertama sampai dengan tahun keempat banyak sekali kemajuan yang dicapai anak dalam perkembangan motoric, social dan kognitif. Kemudian diusia 4 tahun anak sudah dapat menjadi pasangan yang aktif dan sudah dapat mengerti dan memberikan pengaruh terhadap aturan hidup sehari-hari.

Dalam Bab 4 dibahas mengenai anak pra-sekolah dan anak sekolah. Secara tematis dalam bab ini banyak dibicarakan mengenai perkembangan kognitif, yang berarti bagaimana memperoleh pengetahuan, menyimpannya dan menggunakannya. Kemudian hubungan dengan teman dan anak-anak sebaya. Akhirnya ditinjau lebih jauh mengenai hubungan antara inteligensi dan keberhasilan di sekolah serta permasalahan mengenai anak cerdas tinggi; baru pada tahun-tahun akhir ini mulai diperhatikan oleh para psikolog dan pedagog.

Dalam Bab 5 dibahas tentang masa remaja I : perkembangan fisik dan psiko-sosial. Mengingat perkembangan tidak hanya berisi pemasakan dan reaksi lingkungan terhadap pemasakan yang terjadi, melainkan juga berisi pengaruh lingkungan terhadap remaja, maka juga dibicarakan mengenai pengaruh teman sebaya sekolah dan keluarga terhadap perkembangan remaja, selanjutnya dibicarakan pula mengenai perkembangan social remaja dan pengisian waktu luangnya.

Lalu dalam Bab 6 dibahas tentang masa remaja II : pada batas dewasa awal. Dikemukakan bahwa masa dewasa tidak terlalu jelas berbeda dari masa remaja. Namun masa remaja dipandang dari teori tugas perkembangan serta teori emansipasi dapat merupakan periode tersendiri, yaitu periode menuju ke arah kebebasan masa dewasa. Justru dalam periode ini dimana keadaan fisik dan sekolah sudah tidak merupakan pusat perhatian lagi, maka permasalahan pekerjaan dan kehidupan bermasyarakat merupakan tugas-tugas sentral yang mendapatkan perhatian khusus.

Dalam bab 7 dibahas mengenai masa dewasa dan masa tua. Menjadi tua pada umumnya dipandang sebagai proses penurunan total. Namun penelitian empiris dalam hal inteligensi dan perilaku social menunjukkan bahwa pandangan seperti itu kurang benar. Pada pendekatan tematis maka motivasi dan tingkah laku coping menjadi sentral. Motivasi dan tingkah laku coping berkembang selama hayat dan berkembang terus. Hal yang perlu diperhaatikan ialah bahwa di Indonesia sekarang terjadi perubahan pada keadaan lanjut usia sebagai akibat globalisasi serta peningkatan pendidikan yang menyebabkan hubungan antara anak dan orang tua berubah.

Dalam bab terakhir buku ini dibahas tentang perkembangan yang terganggu dan penyimpangan dalam perkembangan. Pengertian gangguan dan deviansi sesuai dengan titik tolak buku ini dipandang sebagai dua macam hal bukan berasal dari orangnya sendiri melainkan sebagai hasil interaksi antara orang dan lingkungan dengan penekanan pada lingkungan atau situasi hidupnya. Selanjutnya dibahas mengenai permasalahan belajar, permasalahan tingkah laku, autisme dan akhirnya dikemukakan secara singkat mengenai delikuensi, yaitu permasalahan anak yang kebanyakan disebabkan oleh pendidikan dan keadaan lingkungan yang tidak baik.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Kelebihan Buku
Buku ini sangat lengkap dalam pembahasannya mengenai psikologi perkembangan.
Adanya petunjuk atau disertai gambar dalam mengaplikasikan contoh-contohnya.
Dilengkapi rangkuman setiap akhir bab, sehingga dapat mengingat kembali apa yang telah dibahas pada bab itu.
Kekurangan Buku
Terdapat kalimat yang susah difahami oleh orang umum (awam).
Ada beberapa kata yang sulit untuk dipahami sehingga diperlukan pengertian terhadap kata tersebut.
Beberapa contoh mungkin tidak sesuai dengan keadaan di Indonesia.